Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Budaya
rakerdais I 2016

Cinta Putri Salju

Photography solo exhibition

Pameran Angkatan 2012 ISI Jogja #ObaraAbir

Lautan Jilbab

Recycled Flashion Show by Wiwiek Poengki

Lomba Band & Menggambar-Mewarnai

Festival Budaya Klasik untuk Lestarikan Budaya di Lereng Merapi

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

PAMERAN SENI "HOMO BARBARUS"

Menyajikan data ke- 1-10 dari 119 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Bersolek dan Berbenah di Festival Kesenian Yogyakarta ke-27
« Kembali

Tanggal artikel : 27 Agustus 2015
Dibaca: 7614 kali

Gelaran Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) resmi dibuka pada Rabu (19/8) malam di Taman Kuliner, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. “Dandan” menjadi tema dalam gelaran FKY yang ke-27 ini, dimana kata ini memiliki arti bersolek dan berbenah.
 

Dalam sambutannya, Ketua FKY 27 Ishari Sahida, yang lebih dikenal dengan Ari Wulu menjelaskan, bersolek selalu identik dengan aktivitas yang menuntun pada kualitas estetika, baik paras maupun estetika. “Sedang berbenah identik dengan upaya perbaikan fisiki atau non-fisik.”

Kedua makna di atas dibawa sebagai konsep FKY tahun ini, sebagai upaya menyajikan seni dan budaya Yogyakarta secara maksimal. 


Lebih lanjut, Ari Wulu mengatakan bahwa FKY 27 mencoba untuk menciptakan iklim kebersamaan dalam format festival, dimana memungkinkan kolaborasi seniman, budayawan, ekonom, arsitek, desainer sampai masyarakat luas. “Seni coba didandani dengan yang di luar seni”.


Meski dibuka secara resmi pada malam hari, agenda FKY dimulai dengan pawai di Jl. Kaliurang yang diikuti oleh kontingen-kontingen dari seluruh Yogyakarta, seperti  dari kelompok gamelan Bantul, kelompok tani Ngudi Lestari, sampai Baracuda milik Brimob Polda DIY. Beberapa kontingen dari luar Yogyakarta juga turut meramaikan pawai ini. Salah satunya adalah kontingen dari Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.


FKY 27 diselenggarakan selama 18 hari, mulai 19 Agustus sampai 5 September 2015. Selama penyelenggaraan, berbagai agenda seni dan budaya yang menarik siap menghibur pengunjung. 
 
 
Statistik
00221470
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945