Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Situs
Perda DIY No 6 Tahun 2012 tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya

Perda DIY No 4 Tahun 2011 tentang Tata Nilai Budaya Yogyakarta

Makam Pahlawan Nasional Nyi Ageng Serang

Situs Surocolo

Petilasan Parangkusumo

Makam Syech Maulana Maghribi

Makam Imogiri

Makam Kotagede

MAKAM DAN MASJID BANYUSUMURUP

SITUS MAKAM GIRIGONDO

Menyajikan data ke- 1-10 dari 10 data.

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Makam Imogiri
« Kembali

Tanggal artikel : 1 April 2012
Dibaca: 25881 kali

Makam ini terletak di atas bukit yang indah kira-kira 12 km dari Yogyakarta, di sana terdapat makam Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja ketiga Kerajaan Mataram Islam, yang terletak di puncak bukit. Sultan Agung adalah cucu dari Panembahan Senopati yang terkenal karena keberaniannya saat bertempur melawan penjajah Belanda dengan menyerang Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1628.

Sultan Agung dan semua raja-raja Kerajaan Mataram, mulai dari Sultan Hamengku Buwono I sampai Hamengku Buwono IX dan keluarga mereka, raja-raja dari Kerajaan Surakarta serta keluarga mereka semuanya dimakamkan di Makam Kerajaan Imogiri.

Pengunjung harus mengenakan pakaian tradisional Jawa seperti di Kotagede jika ingin masuk ke dalam kompleks makam. Setiap hari banyak pengunjung yang datang ke Imogiri dan mereka harus naik melewati 345 anak tangga untuk mencapai makam yang terletak di puncak bukit, walaupun makam hanya dapat dikunjungi pada hari Senin jam 10.00 sampai 12.00 pagi dan pada hari Jumat pukul 01.00 sampai 04.00 sore

Kompleks makam Imogiri dibangun antara tahun 1632-1640 M oleh Sultan Agung. Raja Mataram yang pertama kali dimakamkan di Imogiri adalah Sultan Agung. Setelah Mataram terpecah menjadi 2 bagian, yaitu Kasunanan di Surakarta dan Kasultanan di Yogyakarta, maka tata letak pemakaman para rajapun dibagi 2, yaitu sebelah Timur untuk pemakaman para raja dari Kasultanan Yogyakarta dan di sebelah Barat untuk pemakaman para raja dari Kasunanan Surakarta.

Peninggalan bangunan asli di kompleks ini adalah :
1. Masjid
2. Gapura (terdapat 4 pintu gerbang, yaitu Kori Supit Urang, Regol Sri Menganti I, Regol Sri Menganti II dan Gapura Papak)
3. Kelir (terdapat 4 buah kelir)
4. Padhasan (terdapat 6 buah padhasan)
5. Nisan di 8 kelompok makam :
- Kedaton Sultan Agungan
- Kedaton Pakubuwanan
- Kedaton Bagusan/Kasuwargan (Surakarta)
- Kedaton Antana Luhur
- Kedaton Giri Mulya
- Kedaton Kasuwargan
- Kedaton Besiyaran
- Kedaton Saptorengga

Terletak di Dusun Pajimatan, Kalurahan Girirejo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul.

Fasilitas :
- Area parkir
- Masjid
- Kerajinan Batik tulis
 
 
Statistik
00193321
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945