Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Lainya
Sultan HB X Berbicara Ngoko, Ini Reaksi Peserta Javanese Diaspora

#BeraniGundul

Lautan Jilbab

FestivalJomblo

Pemuitaran Film Siti

Unguarded Guards

Festival Sholawat 2015

Festival Adiluhung Kabupaten Sleman

Festival Adiluhung Kabupaten Bantul

Festival Adiluhung Kabupaten Gunung Kidul

Menyajikan data ke- 1-10 dari 72 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Transportasi Tradisional di Provinsi DIY
« Kembali

Tanggal artikel : 10 Maret 2014
Dibaca: 47769 kali

Transportasi Tradisional

1.      Kereta/ Gerobak Sapi

Merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang digunakan untuk membawa barang di Yogyakarta. Kendaraan ini terbuat dari kayu dan bambu, serta dilengkapi dengan roda sebanyak dua buah dimana pelek dan rodanya terbuat dari besi. Tapi pada saat sekarang rodanya sudah mulai diganti dengan roda truk yang bertujuan agar tidak merusak jalan.

Bentuk dan  warna gerobak sapi ini sangat unik dan menarik, karena kendaraan ini ditarik oleh dua ekor sapi jantan yang diperintahkan dengan aba-aba atau komando khusus dari si pengemudi. Gerobak ini memiliki ukuran yang besar dan bagian atap gerobak dapat dibuka jika diperlukan.

Jaman dahulu, gerobak sapi ini digunakan untuk membawa penumpang atau keluarga yang hendak melakukan perjalanan. Pada leher sapi jantan ini diikatkan sebuah benda kuningan yang disebut dengan “genta” yang bersifat dekoratif dan akan mengeluarkan bunyi yang khas ketika sapi ini berjalan. Gerobak sapi ini dapat ditemui di daerah pedesaan.

 

2.   Sepeda

Yogyakarta juga terkenal sebagai “KOTA SEPEDA”. Hal ini sangat memungkinkan untuk menghubungkannya dengan sebuah fenomena banyaknya pelajar di Kota Yogyakarta. Penduduk kota Yogyakarta telah menggunakan sepeda sebagai sarana transprotasi mereka semenjak tahun 1960. Tetapi sejalan dengan perkembangan waktu jumlah para pengguna sepeda ini telah berkurang.

Setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB, barisan atau deretan sepeda ini dapat dilihat bergerak menuju kota. Selain itu di beberapa kawasan di Yogyakarta terdapat penyediaan penyewaan sepeda bagi para wisatawan yang tertarik untuk melihat-lihat kota Yogyakarta dari sudut pandang yang berbeda.

 

3.   Becak

Becak merupakan kendaraan beroda tiga dengan tempat duduk bagi penumpang berada di depan yang memiliki kapasitas maksimum untuk dua orang, sedangkan si pengemudi berada di belakang sambil mengayuh becak. Becak ini akan memberikan perjalanan yang sangat menyenangkan. Untuk mencari becak sangat mudah karena becak dapat ditemui disetiap sudut jalan di Yogyakarta.

 

4.   Andong

Merupakan kendaraan tradisional beroda empat yang ditarik oleh dua ekor kuda, dan roda depan andong ini lebih kecil dari roda bagian belakangnya. Pengemudi andong disebut juga “KUSIR” yang menggunakan atau memakai pakaian tradisional. Andong ini di lengkapi dengan suara bel dengan bunyi yang khas dan dua buah  lampu pada kedua belah sisi. Bunyi atau irama derap langkah kuda atau cemeti yang digunakan untuk mengendalikan kuda akan menimbulkan suasana santai.

Pada jaman dulu, andong hanya digunakan oleh keluarga bangsawan. Andong dapat ditemui pada daerah sekitar stasiun kereta api, stasiun bis dan juga pada beberapa pasar besar di Yogyakarta.

 
 
Statistik
00206146
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945