Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Karawitan
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

Prodjosudirdjo, Raden Wedono

Lindur, Nyai Mas Wedono

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

Kanjeng Raden Tumenggung Wironegoro

Raden Wedono Larassumbogo

Menyajikan data ke- 1-6 dari 6 data.

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Prodjosudirdjo, Raden Wedono
« Kembali

Tanggal artikel : 7 Maret 2014
Dibaca: 83047 kali


Nama aslinya Amat Gozali, tetapi ia lebih dikenal dengan nama raden Wedono Prodjosudirdjo. Lahir di Yogyakarta, pada tahun 1916, dari pasangan Raden Djojosuwardjo di kampung Suronatan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Pendidian  formal yang pewrnah ia lalui hanyalah sekolah ongko loro saja, yang diselesaikannya pada tahun 1929 di Yogyakarta. namun ia pernah duduk sebagai  pengurus organisasi kesenian mardowo Gito (1938 – 1945 ), kemudian  menjadi pengurus Doyo Mardowo.

            Ia adalah seorang ahli empu seni karawitan  gaya Yogyakarta. Seni tersebut ditekuninya sejak umur 19 tahun, dengan belajar dari para ahli, antara lain dari raden Ngabehi Martokuswolo dan raden Wedono Lara Sembogo.

            Pada masa penjajahan Belanda, radio pemerintah MAVRO ( Mataramsche Vereeniging Voor Radio Omroep)   merupakan wadah yang menyalurkan bakatnya sampai dengan tahun 1958. Kemudian dibawah pimpinan RM marmadi sering mengadakan siaran di VADERA ( Van Dantekom Radio ) untuk menyaingi siaran radio milik Belanda.

            Disamping karawitan, ia juga mempelajari seni tari. dan sejak  tahun 1958 menjadi tenaga pengajar honorer di KOKAR (Koncervactori Karawitan ) dan ASKI ( Akademi Seni Karawitan Indonesia ) Surakarta, serta sebagai staf penbgajar di ASTI Yogyakarta dan SMKI-KONRI Yogyakarta. Selama pengabdiannya, pada dunia seni karawitan, belum pernah ia menerima penghargaan dari pemerintah. Hanya sebatas piagam-piagam juri atau penatar karawitan saja yang diterimanya. namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya dalam berkreasi. Sebagai pengajar di beberapa perguruan kesenian, ia membuat  notasi kendang dan bonang, namun tulisan tersebut belum dibukukan  karena menyangkut biaya.

 
 
Statistik
00206146
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945