Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Tari
Lelangen Beksan Rama Narpati

Begawan Ciptoning Mintorogo

Beksan bedhaya Sri Kawuryan

MARDI RAHAYU

KAMASETRA ( Keluarga Mahasiswa Seni Tradisi )

Jathilan Kudho Prakoso

Bale Tari Wasana Nugraha

Istilah Perlengkapan Tari dan Rias

Istilah - Istilah dalam seni tari

Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI).

Menyajikan data ke- 1-10 dari 30 data.
Halaman 1 2 3 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
K.R.T. Sasmintadipura
« Kembali

Tanggal artikel : 7 Maret 2014
Dibaca: 68051 kali


Lebih akrab dipanggil dengan sebutan “Rama Sas”. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para seniman tari khususnya, mauoun masyarakat Yogyakarta pada umumnya. Ia dikenal sebagai penari, guru dan koreografer, bahkan dijuluki sebagai satu-satunya empu tari yang ada pada masa sekarang dalam melestarikan dan mengembangkan tari Jawa gaya Yogyakarta.

            Lahir di Yogyakarta pada tanggal 9 April 1929 dengan nama Soemardjono, dari pasanngan raden Bekel Mangoen Soerowibowo seorang abdi dalem Keraton Yogyakarta dengan Suyatimah. Setelah menyelesaikan Sekolah Dasar Kanisius di Mangkukusuman pada tahun 1941 ia meneruskan di SMP Nasional namun tidak sampai tamat.

            Rama Sas mulai mengenal dunia tari sejak berusia 7 tahun dan mulai magang menjadi penari keraton pada usia 13 tahun, tepatnya pada tahun 1942, dan sejak saat itulah ia memulai kiprahnya di dunia tari. Guru tari dari keraton Yogyakarta mengajarnya adalah R. Atmasemedi, GBPH Pujakusuma, dan KRT Purbaningrat. Pentas perdananya  sebagai penari putri dalam wayang wong di Keraton Yogyakarta. Meskipun hanya berbekal pendidikan sekolah dasar, namun wawasannya yang luas dan tekadnya untuk memelihara warisan budaya masa lalu ia lakukan dengan mengolah format tari, kemudian dikembangkannya serta mewariskannya pada generasi baru melalui organisasi budaya  yang dipimpinnya. Organisasi tersebut adalah Perkumpulan Tari Klasik Mardawa Budaya dan Pamulangan Beksa Ngayokyakarta. Semangat itu ditunjukan dengan inovasi pemendekan atau pemadatan tari yang telah dilakukannya, memasukan unsur –unsur gerak baru dalam karya tari susunannya, dengan maksud agar tari gaya Yogyakarta tetap relevan dan dapat diterima oleh masyarakat sesuai dengan zamannya. ratusan bentuk tari telah disusunnya , bahkan Keraton Yogyakarta sebagai pusat budaya Jawa selalu meminta Rama Sas untuk menata tari jika ada keperluan di keraton, baik yang sifatnta ceremonial atau hanya bersifat hiburan saja. Sampai dengan tahun 1996 saat meninggalnya salah seorang sumber penting bagi pelestarian dan pengembangan tari gaya Yogyakarta dan sejak tahun 1970-an sampai dengansekarang beberapa karya Rama Sas dipakai sebagai materi lomba tari tingkat SLTP dan SLTA sehingga dengan sendirinya standar materi tersebut dipaki sebagai standar pendidikan ekstrakurikuler di sekolah-sekoalh.

            Keberhasilannya dalam menekuni dunia tari telah mengantarnya menerima penghargaan seni dar pemerintah DIY, pemerintah pusat, Keraton Yogyakarta dan bahkan dari Lembaga Kebudayaan Amerika serta puluhan pengahargaan dari berbagai instansi.

 
 
Statistik
00193669
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945