Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Tokoh Seniman Budayawan
Agung Hanafi Purboaji

Arif Eko Saputro

Guntur Nugroho Hadi

KRT Suryohasmoro

Ki Cermo Sudjarwa

Ki Cermo Wasito

Drs. M. Hum. Ki Kasidi Hadiprayitno, M. Hum

Ki Sugi Hadikarsono

Ki Sukarno

Ki Timbul Hadiprayitno

Menyajikan data ke- 61-70 dari 108 data.
Halaman « 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (34)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Arif Eko Saputro
« Kembali

Tanggal artikel : 5 Maret 2014
Dibaca: 27300 kali

ARIF EKO SAPUTRO


 

Laki-laki, lahir di Jakarta, 2 Mei 1978, Alamat : Gejayan Jembatan Merah II No. 107/A Yogyakarta 55283, Pendidikan ISI Yogyakarta, Minat Utama Seni Grafis Angkatan 1996.

1998: Pameran FKY X 1998 di Benteng Vredenburg Yogyakarta – Pameran Seni Grafis Kelompok 96 di Bentara Budaya Yogyakarta – Pameran Refleksi Zaman HMJ Seni Murni ISI Yogyakarta di Benteng Vredenburg Yogyakarta, 1999 Pameran seni Grafis Indonesia 1999 di TIM Jakarta.

 

Kehidupan di Kota (besar), selalu menarik untuk diangkat. Suasana kota itu sendiri (yang selalu semrawut) atau manusia-manusianya, dari berbagai macam golongan dan dengan berbagai macam persoalannya yang karena termanjakan dengan berbagai fasilitas dan kemudahan membuat mereka menjadi lupa … yang nantinya akan meninggalkan berbagai macam persoalan yang lebih kompleks. Kota terus membangun dan meluas yang lemah menjadi tersingkir …. terdesak ……dan akhirnya hilang. Kota itu sendiri yang akan menjadi saksi. Ketika …… bagaimana dia menghidupi dan dihidupi. Bagaimana ia berubah dan merubah. Bagaimana dia menjadi surga atau neraka bagi manusia-manusia penghuninya. (katalogus Pameran Seni Grafis Indonesia, 1999).

 

 
 
Statistik
00221579
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945