Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Tokoh Seniman Budayawan
Mas Wedono Cermo Taryono

Saronto Degleng

Sugeng Handono, S.IP

Walidjo Pudjoatmosukarto

Wawang Sukoco Setyantoro

Djeno Harumbrodjo

Basiroen Hadisumarta alias M.W. Cermagupita

Sugito

Raden Susanto Gunoprawiro

Johni Gudel

Menyajikan data ke- 71-80 dari 108 data.
Halaman « 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (34)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Mas Wedono Cermo Taryono
« Kembali

Tanggal artikel : 5 Maret 2014
Dibaca: 30721 kali


 

Tugiyo demikian nama kecil seniman dalang kelahiran tahun 1902 di Koripan, Srandakan, Bantul Yogyakarta ini. Tugiyo dibesarkan di lingkungan seniman wayang. Arahnya Ki Cermo Gondo Taryono, adalah dalang terkenal pada masanya. Meskipun tidak pernah mengenyam bangku sekolah Pak Cermo tidak buta huruf, dan bisa menulis baik latin maupun Jawa. Maka Pak Cermo sudah mengenal dan belajar wayang sejak kecil. Biasanya dengan mengikuti kemana ayahnya pentas. Awalnya memang mengikuti, memperhatikan ayahnya memainkan anak-anak wayangnya sampai kemudian muncul dorongan dirinya mencoba melakukannya. Oleh ayahnya, ia kemudian diberikan kesempatan untuk mucuki, yakni pentas sebelum pergelaran pokok dimulai. Dari mucuki ini Tugiyo memperoleh pengalaman yang cukup untuk bisa mementaskan wayang seutuhnya.

Tapi pentas pertamanya karena kesalahpahaman. Suatu ketika ia berniat melihat uyon-uyon yang juga mengundang ayahnya untuk pentas. Begitu sampai di tempat, ternyata saat itu ayahnya sedang ditunggu-tunggu si pemilik hajat karena ternyata siang itu bukan uyon-uyon melainkan pergelaran wayang oleh ayahnya. Terpaksa Tugiyo menggantikan kedudukan ayahnya.

Di luar dugaan respon penonton ternyata cukup memuaskan. Banyak komentar muncul bahwa permainan wayangnya tidak jauh beda dengan ayahnya. Sejak itulah oleh ayahnya Tugiyo mulai diberikan kesempatan untuk pentas wayang seutuhnya. Kemampuannya dalam seni pedalangan membawanya ke keraton untuk menjadi abdi dalem  sebagaimana cita-citanya sebagai warga Yogyakarta.

Kesempatan pentas pertama di keraton adalah saat acara Garebeg Besar. Saat ia menggelar lakon Sumbodro Ratu.

Ia mengakhiri masa lajangnya dengan meminang pujaan hatinya Klumpuk. Karena tanggung jawabnya yang besar, dia memilih tempat tinggal di Logandeng, Playen, Gunung Kidul dengan nama Ki Cermo Adiguno. Pemilihan tempat ini ada hubungannya dengan profesinya sebagai dalang. Pada waktu ia sudah dikenal di daerah ini. Keputusan ini juga untuk menghindari terjadinya persaingan antara ayah dan kakaknya.

Dari tahun 1930 sampai dengan 1980, Ki Cermo sebagai dalang tenar. Hampir seluruh kota besar di Jawa pernah dijelajahinya seperti : Jember, Surabaya, Mangli, Blitar, Madiun, Semarang, Ajibarang, Purwokerto, Prupuk, Bandung, Jakarta dan lain-lain. Diantara sekian banyak tokoh dalam wayang Ki Cermo memiliki kesan tersendiri pada tokoh-tokoh kera. Ia pun nampak akan lebih bersemangat bila harus memainkan tokoh-tokoh ini.

Selain sebagai dalang, Ki Cermo memiliki keahlian lain yakni soal karawitan dan tatah sungging. Baginya ini penting karena kerawitan merupakan bagian dari pergelaran wayang. Sementara ketrampilan tatah sungging dipergunakan waktu senggang.

 
 
Statistik
00221588
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945