Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Tokoh Seniman Budayawan
Bambang Paningrom

Azwar. AN

ADRIANUS HERU KESAWA MURTI

KRT. SURYOHASMORO

DJENO HARUMBRODJO ( Seniman Empu Keris)

BASIROEN HADISUMARTA alias M.W. CERMAGUPITA

Ki Tjermo Sudjarwo

K.R.T. Sasmintadipura

K.R.T Purbodiprodjo,

Prodjosudirdjo, Raden Wedono

Menyajikan data ke- 1-10 dari 108 data.
Halaman 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (11)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (39)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (73)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (11)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Ki Sukarno
« Kembali

Tanggal artikel : 5 Maret 2014
Dibaca: 26064 kali

 

Ki Sukarno cukup dikenal sebagai dalang wayang golek merak maupun purwa, di samping sebagai seniman ketoprak, tari dan karawitan. Lahir di Sentolo, Kulon Progo tanggal 1 Juli 1940. Ayahnya Ki Widiprayitno juga seorang dalang wayang golek yang mengalami kejayaan sekitar tahun 1958-1976. Jelaslah bila Ki Sukarno memang besar dan tumbuh dilingkungan yang membawanya pada dunia kesenian.

Seperti kebiasaan pada umumnya keluarga dalang, maka Sukarno pun selalu mengikuti ayahnya pergi memenuhi undangan pentas. Lama-kelamaan ayahnya memberikan kepercayaan kepadanya untuk berpentas pada siang hari. Ini berlangsung sejak usianya 12 tahun. Hingga ia akhirnya benar-benar mampu mementaskan wayang golek ke hadapan publik. Lebih dari itu, ia pun mampu membuat goleh wayang. Wayang-wayang yang dipakai pentas adalah buatannya. Sementara lainnya sudah banyak yang tersebar ke Yogyakarta, Surakarta. Banyak karyanya dipesan untuk koleksi seperti di SMKI, ISI SMKI Surakarta, ASKI Surakarta,dan RRI II Yogyakarta.

Sebagai sosok yang ahli dalam seni wayang golek, ia dipercaya mengajar di lembaga pendidkan kesenian SMKI dan ASKI Surakarta (1970-1978), SMKI & ISI Yogyakarta (1986- sekarang). Beberapa misi kesenian yang pernah diikutinya : misi kesenian Indonesia ke Rusia, Rrt Vietnam selama dua bulan pada tahun 1961 di mana ia bersama ayahnya mementaskan wayang golek menak, Misi Kesenian Indonesia ke Jepang tahun 1986. Dalam misi ini ia tidak mementaskan wayang, tapi tergabung dalam grup pembakuan tari golek menak Yogyakarta.

Riwayat pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat Sentolo, dilanjutkan ke SGB dan lulus 1958. Terakhir dalah SGPD (Sekolah Guru Pendidikan Djasmani). Dengan bekal itulah Ki Sukarno memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengajar di SMPO Sentolo II, Kulon Progo sebagai guru Olah Raga.

Bersama istinya, Kismiwidjil yang juga guru dan penari, Ki Sukarno hidup bersama dan menetap di desa Klebakan Salamrejo Sentolo Kulon Progo. Dari perkawinannya itu ia dikaruniai tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan.

 

 
 
Statistik
00221699
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945