Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Seni
Pameran Angkatan 2012 Pendidikan Kriya UNY

Pergelaran Tari KALABENDU

CREATIVE SEMINAR PINASTHIKA

Festival Adiluhung Kabupaten Bantul

FESTIVAL BREGADA

Peresmian dan Kuliah Perdana Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta

Potensi Kesenian Kabupaten Bantul

MARDI RAHAYU

KAMASETRA ( Keluarga Mahasiswa Seni Tradisi )

Bale Tari Wasana Nugraha

Menyajikan data ke- 1-10 dari 26 data.
Halaman 1 2 3 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Klana Topeng + Klana Gunungsari.
« Kembali

Tanggal artikel : 4 Maret 2014
Dibaca: 30183 kali


      Kompisisi tari tunggal yang lahir dipedesaan, bersumber dari cerita Panji. Klana Topeng dalam tariannya mempergunakan topeng khusus, wajah raja yang tampan berwarna merah, seperti profil wayang kulit. Menggerakkan topeng, menghidupkannya selama menari merupakan suatu evaluasi penting bagi mutu sipenari. Bagi penari yang telah berpengalaman topeng bukan halangan, Justru seakan menjadi wajah sendiri yang membantu fantasi keperanannya yang dapat menyalurkan penghayatan tarinya.

      Tokoh peranannya menggambarkan Prabu Klana Swadana, yang membayang kasih cinta pada Dewi Sekartaji dan Dewi Ragil Kuning. Pada hakekatnya Klana Topeng menunjukkan kegairahan dan kelincahan serta kekayaan variasi maupun kebebasan ekspresi yang lebih bagi sipenari, disampiong sifat kebesaran seorang raja yang harus terpelihara.

      Klana Topeng gaya Yogyakarta diiringi gending “Bendrong” sejak awalnya, yang mengebu membangkitkan semangat tari. Pada “reprepan “ dapat divariasikan kepermainan “hurcici” atau tetap irama lamban dan lirih dari bendrong.

 

Klana Gunungsari.

      Salah satu komposisi tari tunggal yang lahir di pedesaan, bersumber dari cerita atau ceritera Panji. Klana Gunungsari merupakan klana topeng alus dari tokoh Raden Gunungsari, adik Dewi Sekartaji yang mencinta Dewi Onengan, adik Panji. Biasanya ia tidak sendirian, melainkan didampingi abdi kesayangannya, si Regol, sehingga biasa disebut beksa “Regol Gungungsari”.

 
 
Statistik
00212174
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945