Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Gamelan
Istilah - Istilah Gamelan dan Seni Karawitan

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

Kanjeng Raden Tumenggung Wironegoro

Raden Wedono Larassumbogo

Guntur Laut, Gamelan Kenegaraan Kraton Ngayogyakarta

Kraton Ngayogyakarta Gunakan Musik Sebagai Pertanda

Menyajikan data ke- 1-6 dari 6 data.

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Kraton Ngayogyakarta Gunakan Musik Sebagai Pertanda
« Kembali

Tanggal artikel : 15 Januari 2013
Dibaca: 146071 kali

KRATON Ngayogyakarta juga menggunakan musik untuk berbagai tanda. Misalnya tentang membuka dan menutup pintu plengkung dan juga untuk mengiringi jalannya prajurit. Dalam buku Kraton Histori and Culture dipaparkan tentang gendhing dan gamelan di Kraton Ngayogyakarta.

Misalnya gendhing repeli diikuti dengan clunthang suara drum, menunjukkan waktu pukul 05.00 pagi. Itu sebagai tanda membuka pintu plengkung atau gerbang benteng. Demikian pula ketika menutup pintu gerbang ada gendhing sendiri bahkan tanda istirahat pukul 20.00 juga menggunakan sangkakala dua kali.

Selain itu, ada gendhing untuk aba-aba prajurit. Untuk menghormat kepada komandan militer menggunakan trompet yang dikombinasikan dengan drum dan seruling. Gendhing-gendhing tertentu juga dimainkan untuk prosesi prajurit sesuai pasukannya masing-masing. Gendhing atau musik pengiring prajurit sesuai dengan langkah berjalannya prajurit.

Umumnya prajurit menggunakan iringan musik seruling, terompet, ketipung, kecer, bendhe, dan dermenan. Sebagai kampus berbasis budaya Universitas Widya Mataram (Unwima) Yogyakarta pada wisuda sarjana S1 beberapa waktu yang lalu juga menggunakan prajurit kraton untuk kirab wisudawan. Menurut salah seorang prajurit musik, sebutan untuk prajurit musik adalah prajurit ungel-ungelan. (War)

 
 
Statistik
00210079
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945