Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Sejarah
Sejarah Adikarto & Kulonprogo

Sambutan Dialog Kesejarahan 2014

Sejarah Kerajaan Mataram di Pleret

Sejarah kerajaan mataram di kerto

Yogyakarta Masa Kolonial

Pusaka Kraton Yogyakarta Dan Pura Pakualaman

Masjid Agung (Masjid Gedhe)

nDalem Pangeranan

Yogyakarta Kuno

Sejarah Makam Imogiri

Menyajikan data ke- 1-10 dari 21 data.
Halaman 1 2 3 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Toponim Ngayogyakarta
« Kembali

Tanggal artikel : 1 April 2012
Dibaca: 23027 kali

Untitled Document

Kota Yogyakarta pada masa lalu menjadi ibu kota kasultanan Yogyakarta, sebenarnya adalah sebuah kota yang terencana dimana komponen - kompenenya memang sudah diatur sedemikan rupa menyeseuikan dengan kepentingan dan kebutuha Kasultanan Yogyakarta. Kata kota Yogyakarta sebenarnya memiliki kesamaan dengan kota- kota lama Islam yang pernah berkembang di Indonesia. Keraton - Alun-alun - Masjid - Benteng - Pasar adalah komponen-komponen yang selalu ada pada kota Islam lama. Demikian juga dengan Yogyakarta. Keraton dan alua-alun terdapat di pusat, sementara mesjid Agung sebagi Masjid Jami kerajaan, berada di sebelah baratnya. Disebelah utara keraton terdapat Benteng Vredeburg dan Pasar Beringharjo.
Disamping komponen-kompene diatas, penempatan kampung atau wilayah di kota Yogyakarta juga diatur sedemiak rupa menyesuaikan dengan propesi, jabatan atau hal-hal yang spesifik. Tempat - tempat tersebut mengandung makna (Toponim) yang dapat memberi gambaran tentang keadaannya di masa lampau.
























1 Berdasar jenis keahlian abdi dalem
Kauman adalah tempat tinggal para kaum atau alim ulama.
Suranatan adalah tempat tinggal kelompok abdi dalem Suranata atau abdi dalem Pamethakan, kelompok abdi dalem yang bertugas dibidang keagamaan.
Keparakan
adalah tempat tinggal kelompok abdi dalam Keparak, kelompok abdi dalem yang melayani kepentingan sehari-hari kelaurga keraton Yogykarta.
Silirah adalah tempat tinggal kelompok abdi dalem Silir, sebuah kelompok abdi yang bertugas menyalakan lampu penerangan di keraton.
Mantrigawen adalah tempat tinggal abdi dalem kepala pegawai.
Patehan adalah tempat tinggal abdi dalem yang bertugas membuatkan minuman the bagi keluarga dan tamu kerajaan.
Namburan adalah tempat tinggal kellompok abdi dalem yang bertugas membunyikan gamelan Keraton.
Polowijan adalah tempat tinggal abdi dalem Polowijo atau abdi dalem ""Kelangenan"", abdi dalem yang bentuk fisiknya tidak sempurna, misalnya kate dan albino.
Mangkuwilayan (Mangkulayan)
merupakan tempat tinggal kelompok abdi dalem yang mengurusi wilayah-wilayah milik Keraton Yogyakarta.
2 Kelompok Pejabat dan Kerabat
Notoprajan tempat tinggal pejabat kerajaan bernama Notopraja, seorang pejabat kerajaan yang banyak berkiprah didalam tata pemerintahan.
Bintaran adalah tempat tinggal Pangeran Bintara, seorang kerabat Kasultanan Yogyakarta.
Wirogunan adalah tempat tinggal Bupati Wiroguna, seorang pejabat dillingkunag Kasultanan Yogyakarta.
Pujokusuman adalah tempat tinggal Pangeran Mangkubumi dan keluarganya.
Yudonegaran adalah tempat tinggal Pangeran Yudonegara dan keluarganya.
Danurejan tempat tinggal Patih Danureja, gelar dagi Patih di Kasultanan Yogyakarta.
Ngabean adalah tempat tinggal Pangeran Ngabei (Pangeran Bei) dan keluarganya.
Gondomanan adalah tempat tinggal Pangeran Gondomono dan keluarganya.
Suryowijayan adalah tempat tinggal Pangeran Suryowijoyo dan keluarganya.
3 Kelompok Prajurit
Wirobrajan adalah tempat tinggal kelompok prajurit Wirobraja.
Kumendaman adalah tempat tinggal komandan pasukan perang Kasultanan Yogyakarta.
Surokarsan adalah tempat tinggal kelompok prajurit Surokarsa.
Daengan adalah tempat tinggal pasukan Daeng.
Bugisan adalah tempat tinggal pasukan Bugis.
Mantrijeron adalah tempat tinggal pasukan Mantrijero.
Patangpuluhan adalah tempat tinggal pasukan Patangpuluh.
4 Berdasar Kelompok Profesi
Dagen adalah tempat tinggal kelompok Undagi atau sebuah kelompok masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai tukabg kayu.
Ketandhan adalah tempat tinggal kelompok tandha atau pejabat kerajaan yang bertugas menarik pajak di Kasultanan Yogyakarta.
Jagalan adalah tempat tinggal kelompok Jagal atau kelompok masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pemotong hewan.
Gerjen adalah tempat tinggal kelompok masyrakat yang memiliki mata pencaharian sebagai tukang jahit.
Loji Kecil adalah tempat yang berdekatan dengan Benteng Vredeburg dan dahului dikhususkan sebagai tempat tinggal bangsa Eropa.
Gamelan adalah tempat tinggal kelompok masyarakat Gamel yang bermata pencaharian sebagai tukang pembuat tapal kuda.
5 Kelompok lainnya
Sayidan adalah tempat yang dikhususkan menjadi tempat tinggal kelompok masyarakat keturunan Arab.
Kranggan adalah tempat yang dikhususkan menjadi tempat tinggal kelompok masyrakat keturunan Cina.
Serangan adalah tempat terjadinya pertempuran pada saat Perang Kemerdekaan 1, tepatnya diantara jembatan Wirobrajan.
Tahunan adalah tempat tinggal kelompok masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pembuat tahu.
Pandeyan adalah tempat tinggal kelompok masyarakat yang berprofesi sebagai pandai besi.
Warungboto adalah tempat para Pangeran bermain judi.
Gedongkiwo- Gedongtengen adalah tempat penyimpanan harta benda milik Keraton Yogyakarta.
Plengkung adalah sebutan untuk pintu gerbang Baluwarti Keraton Yogyakarya (baluwarti adalah tembok luar). Di Yogyakarta terdapat 5 buah plengkung yaitu:
a. Plengkung Tarunasura
b. Plengkung Jagasura
c. Plengkung Jagabaya
d. Plengkung Nirbaya
e. Plengkung Tambakbaya

 

 
 
Statistik
00199212
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945