Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Cari : di :
www.tasteofjogja.org
 

Daftar Artikel
Kategori : Wayang
Ki Tjermo Sudjarwo

K.R.T. Sasmintadipura

Wayang Wong Gaya Yogyakarta.

Kanjeng Raden Tumenggung Madukusumo

KPAA Danurejo VII atau KPH Tjokrodiningrat

Kesimpulan & Rekomendasi Kongres Pewayanga II, 2013

Makalah Konggres Pewayangan II

Pers Conference Konggres Pewayangan II

Jadwal Konggres Pewayangan II

Kisi-kisi Materi Kongres Pewayangan II di Yogyakarta

Menyajikan data ke- 1-10 dari 17 data.
Halaman 1 2 »

Kategori Artikel
*Pendampingan Budaya di Desa (10)
*PERATURAN (13)
2013 : konggres pewayangan II (5)
Bangunan Cagar Budaya (33)
Basa Jawa (8)
Benda Cagar Budaya (9)
Budaya (119)
Busana Adat (2)
Desa Budaya (9)
Dolanan Anak (19)
Dongeng (0)
Drama (1)
Film (3)
Gamelan (6)
Karawitan (6)
Kawasan Cagar Budaya (20)
Kotagede (1)
kraton (22)
Lainya (72)
Lembaga Budaya (32)
Lembaga Pendidikan Budaya (8)
Makanan Tradisonal (2)
Museum (38)
Musik (12)
Organisasi Seni (10)
Pakualaman (5)
Properti Budaya (0)
sambutan (2)
Sejarah (21)
Seni (26)
Seni Pertunjukan (39)
Seni Rupa (2)
Situs (10)
Tari (30)
Tari Tradisional Kraton (23)
Tata Nilai Budaya (6)
Teater (2)
Tokoh Seniman Budayawan (108)
Upacara Adat (86)
Upacara Tradisi (21)
Wayang (17)
Wayang Kulit
« Kembali

Tanggal artikel : 1 April 2012
Dibaca: 26058 kali

Wayang dalam bentuknya yang asli merupakan permainan bayangan kreasi orang-orang Jawa yang berisi aspek-aspek budaya Jawa. Wayang atau wayang kulit (permainan bayangan) telah ada sebelum masuknya budaya Hindu. Sebelum masa neoliticum, pertunjukan wayang merupakan upacara keagamaan yang diadakan pada malam hari dan berhubungan dengan pemujaan ‘Hyang’. Pertunjukan ini menggambarkan kepahlawanan dari tokoh-tokoh dalam mitos. Saat ini wayang kulit disajikan dalam bentuk yang lebih bervariasi dibandingkan wayang di masa lampau yang lebih mencerminkan wajah nenek moyang.

Masyarakat Jawa sangat menggemari wayang karena ceritanya berisi pelajaran-pelajaran tentang kebajikan yang dapat digunakan sebagai panduan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan cerita dan cara penyajiannya, ada kurang lebih empat puluh jenis wayang di Indonesia. Diantaranya adalah Wayang Beber, Wayang Klithik, Wayang Kulit, Wayang Krucil dan Wayang Tengul atau Wayang Golek. Pertunjukan wayang kulit selalu diiringi dengan musik gamelan. Wayang kulit dibuat dari kulit kerbau atau sapi yang dipoles dan disepuh. Pertunjukan wayang kulit sangat terkenal di seluruh dunia dan banyak orang asing yang mempelajari seni pedalangan.
 
 
Statistik
00212017
akses sejak 01 Januari 2012
Kontak :
copyright © 2012
Dinas Kebudayaan Provinsi DIY
Jl. Cendana 11 Yogyakarta, 55166
Telp. (0274) 562628 Fax. (0274) 564945